Jumat, 17 Juni 2011

SEXUALITY

Pendahaluan
  • Topik sexuality dianggap hal tabu,tidak boleh bebas didiskusikan.
  • Hanya Kosumsi orang dewasa.
  • Konsep Seksuality yang benar tidak tersampaikan.
  • Muncul masalah terkait seksuality.
                                                     "Peran Perawat"
Pengertian Sexsuality
  • Seksuality adalah interrelasi dari faktor biologi, psikologi, sosial dan ekonomi, budaya, etik, agama/piritual (POHA,2000).
  • Ekspresi seksual dipengaruhi oleh etik,spiritual,kutural dan moral.
  • Sebuah proses yang terjadi sepanjang rentang hidup.
Dimensi Sexsuality
  • Biologis
  • Psikologi
  • Sosial Budaya
  • Agama
  • Etika
Dimensi Biologis : Seksuality berkaitan dengan alat reproduksi dan bagaimana fungsinya secara optimal, kesehatan reproduksi, ganguan/penyakit reproduksi : PMS, infeksi, keganasan.


Dimensi Psikologi : Seksuality berhubungan erat dengan bagaimana kita menjalankan fungsi kita sebagai mahkluk seksual,identitas peran jenis, dan bagaimana perasaan kita terhadap seksualitas kita sendiri. Misalnya bagaimana kita bersikap sebagai seorang pria dan wanita.


Dimensi Sosial Budaya : Bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia, bagaimana lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan pandangan kita mengenai seksualitas dan pada akhirnya perilaku seks kita.


Dimensi Agama dan Etik : Seksualitas berkaitan dengan standar pelaksanaan agama dan etik, keputusan seksualitas yang melanggar agama dan etik --> Konflik internal dan eksternal.
Contoh : Berpacaran, memilih pasangan, menikah, kehidupan pasangan : poligami,monogami, kumpul kebo, dll.
Normal Psychosexual Development :
  1. Prenatal
  2. Lahir- 2 tahun
  3. 2 Tahun.
  4. 3-5 tahun.
  5. 6-12 tahun.
  6. 13-19 tahun (adolescent).
  7. 20-45 tahun (early adulthood).
  8. 46-65 tahun (later adulthood).
  9. 66 year and older.
Prenatal
  • Deferensiasi fetus menurut jenis kelamin, lai-laki atau perempuan terjadi setelah minggu ke tujuh kehamilan.
 Lahir-2 Tahun
  • Kebutuhan untuk kontak fisik secara tertutup.
  • Touching and exploring genitals.
  • Pembentukan Nilai identitas gender.
  • Belajar norma perilaku.
2 Tahun
  • Kontrol dan koordinasi neuromuskuler, kontrol bowel ( usus) dan bladder ( kandung Kemih).
  • Manipulasi Genital.
  • Stimulasi senseual dengan Kissing, pelukan ( Hug), dll.
  • Futher sexual role Development.
3-5 Tahun
  • Autonomy dan independence.
  • Perkembangan hubungan antara anak  dengan ortu lain jenis.
  • Genital sex stimulation ( Masturbation ).
6-12 Tahun
  • Final Role Identification.
  • Tertarik dengan lawan jenis.
  • Mulai asyik dengan perubahan tubuhnya.
  • Mulai independent ( tidak tergantung) pada keluarga.
13- 19 Tahun
  • Perkembangan Karakteristik sex seksua.
  • Focus in body image, apperaarance.
  • Cinta mulai tumbuh.
20-45 Tahun
  • Idependen dari keluarga.
  • Memilih pasangan hidup.
  • Memberi dan menerima Cinta.
  • Keluarga yang sudah mapan.
46-65 Tahun
  • Menopose pada wanita.
  • Klimaterium pada pria.
  • Bebas dari tanggung jawab keluarga.
66 years and older
  • Penurunan respon seksual.
  • Intimasi antara pasangan.
Social Cahnge and Varition in Family Sexuality
  1. Homosexuality.
  2. Cohabitation.
  3. Incest.
  4. Sexual Abuse.


      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar